Loading...

research
  • 31 Aug
  • 2025

Minggu Praktikum SMKIT GMC

Setiap akhir bulan, SMK kita memiliki sebuah agenda khusus yang selalu ditunggu-tunggu, yaitu Minggu Wajib Praktikum. Pada minggu ini, seluruh mata pelajaran diarahkan untuk melakukan kegiatan praktik, agar pembelajaran tidak hanya berhenti pada teori, tetapi benar-benar menyentuh pengalaman nyata.

Praktikum ini tidak terbatas pada keterampilan kejuruan saja, seperti teknik, bisnis, atau layanan jasa. Lebih dari itu, setiap mata pelajaran bisa mengemas pembelajaran menjadi aktivitas yang lebih hidup. Misalnya melalui diskusi kelompok, presentasi, simulasi, role play, hingga proyek sederhana yang menantang kreativitas siswa.

Bagi jurusan keahlian tertentu, praktik bisa berupa penggunaan peralatan, perakitan, pengolahan, atau uji coba sesuai bidang masing-masing. Sementara itu, untuk mata pelajaran umum, praktik dapat diwujudkan dalam bentuk debat, eksperimen, penulisan laporan, bahkan permainan edukatif yang tetap berorientasi pada tujuan pembelajaran.

Tujuan utama dari Minggu Wajib Praktikum adalah mengasah dua hal penting: hard skill dan soft skill. Hard skill dilatih agar siswa semakin mahir dan terbiasa dengan keterampilan teknis sesuai bidangnya. Sedangkan soft skill—seperti komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, kreativitas, dan pemecahan masalah—dilatih melalui interaksi dalam kelompok dan kegiatan berbasis proyek.

Yang lebih penting lagi, kegiatan ini mendorong siswa untuk belajar dengan kesadaran. Belajar bukan hanya karena tugas, tetapi karena adanya pengalaman bermakna yang dirasakan langsung. Setiap kegiatan praktik memberi ruang bagi siswa untuk mencoba, berbuat, bahkan membuat kesalahan yang justru menjadi sumber pembelajaran berharga.

Dengan adanya Minggu Wajib Praktikum, sekolah berharap proses belajar menjadi lebih membahagiakan. Siswa bisa merasakan atmosfer belajar yang aktif, dinamis, dan penuh semangat. Bukan hanya memahami teori, tetapi juga membangun keterampilan, pengalaman, dan karakter yang akan menjadi bekal berharga untuk masa depan.

Inilah wujud komitmen SMK: menciptakan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan membahagiakan, agar setiap siswa siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun kehidupan nyata dengan percaya diri. /HumasSMK